Minggu, 28 Oktober 2012

MATEMATIKA BIKIN OTAK JADI CERDAS



Ngeri dengan bayang-bayang belajar Matematika atau belajar berhitung atau sering disingkat “Maths” (British)?!
Biar tambah semangat mari kita baca tulisan di bawah ini tentang pentingnya belajar Matematika dengan cara yang menyenangkan, juga pentingnya Matematika bagi pertumbuhan kecerdasan dan keseimbangan perkembangan otak kita.
Anak yang senang pelajaran berhitung, kata seorang psikolog, cenderung memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan anak-anak yang kurang berminat mengikuti dan memahami angka-angka.  “Mereka yang mempelajari mental aritmatika, yaitu penguasaan cara berhitung dengan menggunakan alat bantu akan lebih pandai berhitung, memiliki daya konsentrasi, daya ingat, dan daya kreaksi yang tinggi,” ujar Dr. Seto Mulyadi dalam suatu seminar di Jakarta.
Apakah mental aritmatika? Kosa kata ini berasal dari bahasa Inggris “Mental Arithmetics”. Dahulu orang biasa menyebutnya sebagai berhitung di luar kepala atau mencongak, dalam bahasa indonesianya, atau matematika dalam bahasa serapan untuk dunia pendidikan.
Kata Kak Seto, seorang Ahli psikologi dan perkembangan anak di Indonesia, anak yang senang berhitung cenderung mempunyai rasa percaya diri serta logika berpikir yang jernih. Kreativitas anak akan lebih terdorong dan muncul dengan mempelajari dan menguasai mental aritmatika.  Namun, tambah pengelola lembaga pendidikan Yayasan Mutiara Indonesia itu, pembelajaran mental aritmatika ini harus disampaikan dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Sebagaimana konsep cara belajar untuk anak-anak “Learning Through Play”, atau “Belajar sambil bermain”yang sekarang mulai menyebar diterapkan di dunia pendidikan anak-anak. Konsep ini juga diterapkan di Early Years Foundation Stage (EYFS) Principles, sistem pendidikan anak usia dini sampai tingkat primary di United Kingdom ini. Adik-adik yang sudah masuk sekolah disini pasti mengalami sistem pembelajaran diatas. Bagaimana rasanya? Menyenangkan kan?
Begitu juga tentang belajar mental aritmatika atau matematika. Kita bisa mengubahnya dg cara yang lebih menyenangkan.
Menurut pengamat pendidikan, Drs Andreas Chang MBA, metoda belajar mental aritmatika adalah penguasaan cara berhitung dengan menggunakan alat bantu diikuti suasana belajar sambil bermain yang menyenangkan bagi anak. “Salah satu alat bantu yang banyak dipakai adalah alat tradisional dari Cina, Korea, dan Jepang, yakni sempoa (di Indonesia sering disebut alat berhitung Cina). Metoda seperti itu terbukti membantu anak dapat menguasai berhitung secara cepat dan mudah”, kata Andreas yang juga Pimpinan AMMA (Abacus Mutated Mental Arithmetic) Indonesia, sebuah cabang waralaba pendidikan luar sekolah yang berpusat di Singapura.
Satu lagi metode yang dipakai sekarang di Indonesia yang tidak kalah seru dan mengasyikkan, yaitu metode berhitung dengan menggunakan jari atau disebut dengan “Jarimatika”. Saya pribadi (penulis) mulai menerapkan system ini di anak pertama saya yang berusia 5 tahun, dan Alhamdulillah sudah mulai kelihatan hasilnya. Dia pun juga tidak merasa stress dengan tekanan dalam belajar hitung-hitungan dan juga cepat bosan, karena dulu biasanya saya memakai objek-objek tertentu untuk mengajari anak saya berhitung.
Mental Aritmatika sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan otak kanan (Teori Quantum Learning). Kita ketahui bersama, sistem pendidikan formal di Indonesia sampai sekarang mayoritas lebih mendukung  dalam usaha pengoptimalan otak kiri, terutama berupa hafalan. Padahal otak kanan memuat potensi kreativitas yang menunjang pertumbuhan sistem kecerdasan dalam otak anak-anak. Karenanya, system pendidikan yang memfasilitasi perkembangan kedua belah otak secara seimbang harus di kembangkan secara optimal.
Dan alhamdulillah, akhir-akhir ini sudah banyak bermunculan sekolah-sekolah baru yang mengadopsi sistem diatas di banyak daerah di Indonesia.

Sumber: bluehanin.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar